Sejarah DetEksi Convention

anomanmocokoran2-ir

Event DetCon 2K9 akan segera digelar. Tahun ini terasa begitu istimewa bagi kami, karena sejak tahun ini Zigma dan Omega memboyong Vandaria Wars, Trading Card Game pertama di Indonesia ke tengah konvensi anak muda terbesar garapan DetEksi Jawa Pos.

Apa sih DetEksi Convention itu?
Berikut adalah sejarah singkatnya!

2002-2008:
From Mading to Convention

  • Mading adalah evolusi dari ”majalah dinding”. Sarana media sederhana yang biasanya digunakan pelajar di sekolah. Biasanya, mading digunakan untuk menyampaikan informasi tentang berbagai aktivitas pelajar, atau pencapaian dan program-program sekolah yang lain.
  • DetEksi Mading Championhsip dimulai DetEksi Jawa Pos pada 2002. Para pelajar secara resmi mewakili sekolah untuk berkompetisi membuat mading terbaik. Pada 2003, DetEksi Mading Championship secara resmi dinyatakan sebagai kompetisi mading terbesar di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia.
  • Sejak 2004, DetEksi Mading Championship tidak lagi dikhususkan untuk anak SMA. Kompetisi untuk SMP juga diselenggarakan.
  • Pada 2006, DetEksi Mading Championship telah berevolusi menjadi even multi-kompetisi. Sudah ada kompetisi jurnalis sekolah, band, quiz bowl (cerdas cermat), dan lain-lain. Lebih dari 60 ribu penonton menyaksikan eksibisi yang berlangsung selama delapan hari.
  • Sejak 2007, DetEksi Jawa Pos mengubah nama even menjadi DetEksi Convention (DetEksi-Con atau Det-Con). Karena semakin banyak kompetisi diselenggarakan di dalamnya. Ada lagi kompetisi model, desain koran, game, dan lain-lain.
  • Pada 2007, lebih dari 75 ribu orang mengunjungi DetEksi Convention, menjadikan even ini sebagai konvensi anak muda terbesar di Indonesia. Pada 2008, angkanya terus bertambah. Sekitar 4.000 peserta berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, ditonton oleh lebih dari 80 ribu pengunjung.

 

WHAT’S NEW
Untuk tahun ini, Axis DetEksi-Con 2k9 menggunakan sistem medali untuk semua kompetisi di dalamnya. Emas untuk juara pertama, silver untuk juara kedua, dan perunggu untuk juara ketiga. Untuk kali pertama, trofi Best School, hadiah utama di DetEksi-Con, akan diberikan kepada sekolah dengan medali terbanyak. Sama seperti di Olimipiade.

suasana2

THEME
Where Do We Go from Here…
Para pelajar diminta untuk berpikir tentang diri sendiri dan lingkungannya. Kemudian membuat mading yang merepresentasikan ide dan visi mereka untuk masa depan (jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang). Mereka juga boleh menyampaikan solusi untuk masalah-masalah yang kita hadapi sekarang, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk semua orang.

High School Competitions

1. Mading 2D&3D, Mading Gerak
Sejak 2002, kompetisi mading merupakan atraksi utama di DetEksi-Con. Pelajar SMA diajak untuk menciptakan mading terbaik dalam tiga kategori: Dua dimensi (2D), tiga dimensi (3D), dan Mading Gerak (punya komponen yang bergerak).
Sepuluh mading terbaik akan dipilih dari kategori 2D/3D, plus lima terbaik dari Mading Gerak. Kemudian, 3 peserta dari peraih Top Ten Gold Mading 2D/3D mendapat kesempatan homestay di Australia selama 2 minggu.
Untuk kompetisi mading, pengunjung juga bisa memilih mading favorit masing-masing. Bisa melalui balot (tiket) atau SMS. Untuk mendapatkan suara, tim-tim mading dan sekolahnya biasanya menciptakan kampanye khusus. Bisa dengan berparade di area konvensi atau membagi-bagikan brosur di luar.

2. League DetEksi Custom Shoes Competition

Ini kompetisi modifikasi sepatu yang ekstrem. Sejak 2007, 100 tim SMA dipilih dari ratusan pendaftar untuk berkompetisi. Setiap tim terdiri atas dua orang, dan mereka harus memodifikasi sepasang sepatu dalam waktu hanya delapan jam di area konvensi (dibagi dalam dua hari kerja). Panitia akan memilih 15 karya terbaik, Best Five Gold, Best Five Silver, dan Best Five Bronze.

3. Honda Beat DetEksi Band Competiton
Mungkin, ini adalah kompetisi band SMA terbesar di Indonesia. Setiap tahun, ratusan band mendaftar, secara resmi mewakili sekolah masing-masing. Dari situ, dipilih 15 terbaik yang akan tampil di venue Axis DetEksi-Con 2k9, lalu dipilih 5 finalis, mengejar gelar juara dan hadiah tampil bersama musikus terkenal. Tahun ini, Gilang Ramadhan akan bertindak sebagai juri sekaligus tampil bersama band juara.

4. Red-A DetEksi Model Competition
Kompetisi model paling bergengsi di Jawa Timur, dikelola dengan standar internasional. Model harus pelajar, secara resmi mewakili sekolah masing-masing. Seratus model pilihan harus menunjukkan kemampuan di hadapan dewan juri. Dari situ, 50 besar akan audisi lagi, dan 20 akan dipilih sebagai finalis. Dua puluh gadis itu akan menunjukkan kecantikan dan kemampuan mereka, berkompetisi mengejar mahkota juara. First Place model akan mendapatkan kesempatan homestay di Australia selama 2 minggu.

5. OZ DetEksi Challenge
Kompetisi hasil kerja sama DetEksi Jawa Pos, Australia Education Centre (AEC), dan Flinders University ini adalah cerdas cermat dengan pola yang terinspirasi dari Amerika Serikat. Pelajar-pelajar terbaik akan menunjukkan kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris tentang pelajaran, pengetahuan umum, dan budaya populer. Mereka juga harus menunjukkan skill dalam menaklukkan berbagai permainan tantangan fisik. Juara kompetisi ini akan berangkat ke Australia untuk homestay selama 3 minggu.

model

Junior High Competitions

1. Axis Mading On-the-Spot (MOS)
Dimulai pada 2004, Mading On-the-Spot sekarang merupakan salah satu kompetisi SMP paling dinantikan di Jawa Timur. Setiap tahun, puluhan tim (masing-masing lima pelajar) berkompetisi membuat mading terbaik pada dua hari pertama konvensi. Lima jam dalam sehari. Mereka harus membuat mading dari nol, di hadapan ribuan pengunjung konvensi. Panitia akan memilih sepuluh mading terbaik.
Mirip dengan kompetisi SMA yang lebih kompleks, pengunjung bisa memilih mading SMP favoritnya. Bisa lewat balot atau SMS. Untuk mendapatkan suara pengunjung, tim-tim SMP dan sekolahnya juga menciptakan kampanye khusus. Biasanya mereka lebih nyaring dan antusias daripada peserta SMA.

2. DetEksi Pop Group Competition
Dimulai pada 2008, DetEksi Pop Group Competition diciptakan khusus untuk anak-anak SMP. Setiap sekolah bisa mengirim satu tim, terdiri atas 15-25 pelajar, penyanyi maupun pemain musik.

Junior & Senior High Competition

Journalist Blog Competition
Salah satu kompetisi DetEksi paling populer, selalu menemani setiap even DetEksi, dari mading sampai basket. Setiap sekolah bisa mengirim tim jurnalis, terdiri atas penulis dan fotografer. Sebanyak 200 jurnalis sekolah dipilih untuk berkompetisi.
Para jurnalis sekolah itu diperlakukan bak jurnalis profesional. Mereka punya kartu akreditasi, akses khusus masuk even, serta jadwal interviu dan konferensi pers khusus. Mereka juga punya akses penuh ke media center, seperti yang biasanya tersedia di even-even internasional dan profesional.
Para jurnalis sekolah harus meng-update blog masing-masing setiap hari, kemudian menyetorkan karya tulis dan foto terbaiknya. Tim redaksi Jawa Pos bertindak sebagai juri, memilih tim terbaik, Best Writer, dan Best Photographer. Best Writer dan Best Photographer (SMP&SMA) akan berangkat ke Australia untuk homestay selama 1 minggu.

 

About these ads

Tentang history55education

Blog Education and History Renaissance
Tulisan ini dipublikasikan di Sejarah dan tag . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s