Dampak Sistem Baru Garuda (Mau Terbang, Eh Sudah Ada Pilot yang Lain)


Jakarta – Pengalaman yang kurang mengenakkan akibat terganggunya sistem baru Garuda Indonesia,juga dialami Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Kapten Stephanus Gerradus. Stephanus yang baru pulang dari Eropa mendadak diminta menerbangkan pesawat ke Medan.

“Saya disuruh langsung menerbangkan pesawat yang baru datang dari Singapura dan akan ke Medan,” kata Stephanus saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/11/2010).

Meski sedikit kaget, Stephanus pun menyetujui tugas itu. Namun saat dirinya sudah bersiap-siap dan menaiki pesawat, ternyata sudah ada pilot yang stand by.

“Aduh, kacau banget ini,” keluhnya.

Karena situasi ini, banyak pilot Garuda yang mengeluh. Bagaimana tidak, kekacauan sistem ini mau tidak mau harus membuat para pilot dan kru lainnya banting tulang. Mereka bisa mendadak mendapat jadwal padahal semestinya libur.

“Secara fisik dan emosi ini nggak bagus untuk pilot dan kru lainnya,” kata Stephanus.

Pilot senior ini pun berharap, masalah sistem baru ini segera teratasi. Hal itu, kata Stephanus, untuk kebaikan Garuda sendiri.

“Kalau lama-lama begini, pilot-pilot akan banyak yang capek karena jadwalnya nggak jelas, dan ini bisa membahayakan para penumpang,” kata Stephanus.

EVP Corporate Strategy and IT Sevices PT Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan, pihak Garuda Indonesia sebenarnya telah menerapkan sistem baru bernama IOCS (Integrated Operational Control System) atau suatu sistem yang mengatur operasional pesawat, awak kabin, dan jadwal penerbangan secara terpusat sejak 18 November 2010 lalu.

“Sistem ini meng-cut over system baru dan system lama dibackup. Namun, rupanya sistem tidak dapat diakses,” tegasnya.

Sejak tanggal 18, 19 masih belum ada masalah. Namun sejak tanggal 20 sistem menunjukkan data tidak terupdate. Setelah dilakukan audit terhadap system IT, diketahui ada cable data center di kantor pusat yang terkelupas.

Selama ini Garuda punya 3 sistem yang memonitor pergerakan pesawat, ada sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri.

Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS). Namun rupanya sistem ini gagal beroperasi sempurna pada Minggu 21 November.

(ken/fay)

Iklan

Tentang history55education

Blog Education and History Renaissance
Pos ini dipublikasikan di Hot News dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s