Dua Guru SMK Ciptakan Traktor Ajaib, Bisa Menanam, Gemburkan Tanah dan Membajak Sekaligus

Jumat, 23 September 2011 09:29 WIB REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA BARAT– Dua guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Syamsuri dan Abdul Malik berhasil menciptakan traktor tangan multiguna. Traktor itu bisa untuk membajak, menggemburkan tanah, sekaligus menanam dalam waktu bersamaan.

Kepala Sub Bidang Pengembangan dan Penerapatan Teknologi Tepat Guna (TTG), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Sumbawa Barat, Indra Jaya, di Taliwang, Jumat mengatakan, kegunaan peralatan pertanian itu lebih banyak dibandingkan traktor tangan yang hanya bisa digunakan untuk membajak lahan pertanian.

Pemkab Sumbawa Barat menilai teknologi alternatif yang ditemukan dua orang guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Seteluk itu merupakan teknologi tepat guna (TTG) yang bisa dikembangkan, selain karena manfaatnya banyak harganya juga relatif murah.

“Karena itu karya dua orang guru bersama para siswa SMKN 1 Seteluk itu akan dipamerkan pada lomba Penerpan TTG tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara, 12 hingga 14 Oktober 2011,” katanya.

Alat pertanian multi guna itu oleh penciptanya diberi nama “Ulik” yang dalam bahasa daerah Sumbawa Barat berarti cepat. Namun untuk sementara alat tersebut baru digunakan pada lahan tanaman jagung dan jenis tanaman palawija lainnya.

Alat pertanian tersebut menggunakan mesin berkekuatan 25 PK dilengkapi empat roda. Dari sisi kegunaan berbeda dengan traktor tangan yang hanya bisa digunakan untuk membajak dan menggemburkan tanah. sementara “Ulik” berfungsi ganda dan bisa dioperasikan secara bersamaan.

Menurut dua perancang mesin multguna Saymsuri dan Abdul Malik, ide pembuatan alat pertanian itu muncul setelah melihat mesin perontok jagung, padi dan kedelai serta mesin pembajak dan penanam benih yang konstruksi dan unitnya masing-masing terpisah.

“Sementara ‘Ulik’ menyatukan beberapa fungsi mesin pertanian menjadi satu-kesatuan. Dengan alat tersebut pekerjaan petani diyakini akan lebih efisien, murah serta waktu yang dibutuhkan oleh petani lebih singkat,” ujar Syamsuri.

Tentang history55education

Blog Education and History Renaissance
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s